Cari Blog Ini fbfoksia.blogspot.com

Sabtu, 17 Desember 2016



TUGAS MANAJEMEN MUTU

Peningkatan Mutu Dan Menjadikan Multifungsi Tangkai Sapu Menggunakan Metode QFD (Quality function Deployment) Dengan Alat HOQ (House of Quality)



PROGRAM STUDI
SISTEM PRODUKSI INDUSTRI


KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I
POLITEKNIK ATI PADANG
2016





BAB I
LANDASAN TEORI

1.1              Pengertian Quality Function Deployment (QFD)
Quality Function Deployment (QFD) diperkenalkan oleh Yoji Akao, Professor of Management Engineering dari Tamagawa University yang dikembangkan dari praktek dan pengalaman industri-industri di Jepang. Pertama kali dikembangkan pada tahun 1972 oleh perusahaan Mitsubishi di Kobe Shipyard, dan diadopsi oleh Toyota pada tahun 1978, dan tahun-tahun selanjutnya dikembangkan oleh perusahaan lainnya.
Fokus utama dari QFD ini yaitu melibatkan pelanggan pada proses pengembangan produk sedini mungkin. Filosofi yang mendasarinya adalah bahwa pelanggan tidak akan puas dengan suatu produk meskipun suatu produk yang dihasilkan sempurna, seperti yang kemarin dikatakan diposting sebelumnya mengenai kualitas bahwa produk yang superior atau sempurna belum tentu di butuhkan oleh konsumen.
QFD merupakan suatu metodologi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengantisipasi dan menentukan prioritas kebutuhan dan keinginan konsumen, serta menggabungkan kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut dalam produk dan jasa yang disediakan bagi konsumen.

Berikut ini dikemukan beberapa definisi dari QFD antara lain :
  1. QFD adalah suatu metodologi untuk menterjemahkan kebutuhan dan keinginan konsumen ke dalam suatu rancangan produk yang memiliki persyaratan teknik dan karakteristik kualitas tertentu. (Akao, 1990; Urban Hauser, 1993).
  2. QFD adalah suatu metodologi terstruktur yang digunakan dalam proses perencanaan dan pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mengefaluasi secara sistematis kapabilitas suatu produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
  3. Menurut Oakland J.S (1995), QFD adalah suatu sistem untuk mendesain sebuah produk atau jasa yang berdasarkan permintaan pelanggan, dengan melibatkan partisipasi fungsi-fungsi yang terdapat dalam organisasi tertentu.
  4. QFD juga dapat diartikan sebagai penyebaran fungsi-fungsi yang terkait dengan pengembangan produk dan pelayanan dengan mutu yang memenuhi kepuasan konsumen. (Revelle., Frigon., dan Jackson, 1995).

Berdasarkan definisinya, QFD merupakan praktek untuk merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap kebutuhan pelanggan. QFD menterjemahkan apa yang dibutuhkan pelanggan menjadi apa yang dihasilkan oleh organisasi. QFD memungkinkan organisasi untuk memprioritaskan kebutuhan pelanggan, menemukan tanggapan inovatif terhadap kebutuhan tersebut dan memperbaiki proses hingga tercapainya efektifitas maksimum. QFD juga merupakan praktik menuju perbaikan proses yang dapat memungkinkan organisasi untuk melampaui harapan pelanggan.

Manfaat QFD bagi perusahaan yang berusaha meningkatkan daya saingnya melalui perbaikan kualitas dan produktifitasnya secara berkesinambungan adalah sebagai berikut :
  1. Fokus pada pelanggan
Organisasi TQM merupakan organisasi yang berfokus pada pelanggan. QFD memerlukan pengumpulan masukkan dan umpan balik dari pelanggan.
  1. Efisiensi waktu
QFD dapat mengurangi waktu pengembangan produk karena memfokuskan pada persyaratan pelanggan yang spesifik dan telah diidentifikasikan dengan jelas.
  1. Orientasi kerja sama tim (Teamwork Oriented)
QFD merupakan pendekatan kerjasama tim. Semua keputusan dalam proses didasarkan konsensus dan dicapai melalui diskusi mendalam dan brainstorming.
  1. Orientasi pada dokumentasi.
Salah satu produk yang dihasilkan dari proses QFD adalah dokumen komprehensif mengenai semua data yang berhubungan dengan segala proses yang ada dan perbandingannya dengan persyaratan pelanggan.
Dari ke empat point diatas, dapat kita ketahui bahwa secara spesifik manfaat penerapan QFD yaitu sebagai berikut :
1.    Meningkatkan Keandalan Produk,
2.    Meningkatkan Kualitas Produk,
3.    Meningkatkan Kepuasan Konsumen,
4.    Memperpendek time to market,
5.    Mereduksi biaya perancangan,
6.    Meningkatkan komunikasi,
7.    Meningkatkan Produktivitas,
8.    Meningkatkan keuntungan perusahaan.

Selain itu juga, QFD dapat menjalankan atau memperlancar cross functional communication dalam suatu organisasi atau perusahaan. Sehingga proses komunikasi antar divisi atau fungsi organisasi dapat berjalan dengan lancar, supaya lebih jelas berikut adalah gambarnya :
 
Dalam QFD ini ada empat langkah pengerjaannya, diantaranya adalah :
1.    Product Planning (House of Quality),
2.    Design Deployment,
3.    Manufacturing Planning,
4.    Production Planning

1.2              IMPLEMENTASI QFD DENGAN ALAT HOQ
Implementasi QFD terdiri dari tiga tahap, dimana seluruh kegiatan yang dilakukan pada masing-masing tahapan dapat diterapkan seperti layaknya suatu proyek, dengan terlebih dahulu dilakukan tahap perencanaan dan persiapan, ketiga tahapan tersebut adalah (Lou Cohen, 1995) :
1.    Tahap pengumpulan Voice of Customer,
2.    Tahap penyusunan rumah kualitas (House of Quality),
3.    Tahap analisa dan implementasi.

a.    Pengumpulan Suara Pelanggan (Voice of Customer)
Tahap ini dilakukan survey untuk memperoleh suara pelanggan yang tentu akan memakan waktu dan membutuhkan ketrampilan mendengarkan. Proses QFD membutuhkan data pelanggan yang ditulis sebagai atribut-atribut dari produk atau service. Atribut-atribut atau kebutuhan-kebutuhan ini merupakan keuntungan potensial yang dapat diterima pelanggan dari produk atau servicenya. Tiap atribut mempunyai beberapa data numerik yang berkaitan dengan kepentingan relatif atribut bagi pelanggan dan tingkat performasi kepuasan pelanggan dari produk yang mirip berdasarkan atribut tersebut. Atribut ini biasanya disebut data pelanggan kualitatif dan informasi numerik tiap atribut sebagai data kuantitatif. Prosedur umum dalam perolehan suara pelanggan adalah untuk menentukan atribut-atribut pelanggan (data kualitatif) dan mengukur atribut-atribut (data kuantitatif). Data kualitatif secara umum diperoleh dari pembicaraan dan observasi dengan pelanggan sementara data kuantitatif diperoleh dari survey atau penarikan suara (Polls).

b.    Menyusun Rumah Kualitas (House of Quality)
Penerapan metode Quality Function Deployment dalam proses perancangan produk dan jasa diawali dengan pembentukan matriks perencanaan produk atau sering disebut sebagai House of Quality (rumah kualitas) seperti pada gambar.

c.     Tahap analisa dan implementasi
Setelah melakukan proses 1 dan 2 maka langkah selanjutnya yaitu melakukan analisa secara mendetail mengenai hasil yang diperoleh dari penelitian menggunakan rumah mutu atau HOQ, sehingga setelah dianalisa nanti akan didapatkan pula kesimpulan, sehingga nantinya dapat dilakukan penerapan dari hasil penelitian agar mutu produk yang kita teliti meningkat dari sebelumnya dan lebih disukai konsumen, jika sudah begitu maka produk yang kita miliki akan mampu bersaing dengan produk lain yang bergerak dibidang yang sama.




BAB II
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

PENGEMBANGAN PRODUK SAPU DENGAN MENAMBAHKAN KEGUNAANYA DENGAN ALAT HOQ

Nama Pekerjaan : Pengembangan Serta Perancangan Produk Tangkai Sapu Menjadi  Tongkat Pemasang Lampu.
Alasan penulis untuk mengembangkan tangkai sapu sebagai tongkat pemasang lampu, karena penulis banyak mendengar keluhan konsumen yang bilang sulitnya untuk memasangkan lampu dirumah mereka. Selain itu penulis juga melihat para pengguna sapu banyak menggunakan tangkainya untuk menjuluk sesuatu dari ketinggian. Nah, dari situlah muncul ide untuk membuat tangkai sapu sebagai tongkat pemasang lampu.
Tujuan Rancangan Produk :
-                      Agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi
-                      Agar sapu memiliki fungsi tambahan guna meningkatkan mutu produk
-                      Memudahkan konsumen untuk memasang lampu.

Langkah – Langkah HOQ Pada Pengembangan Tangkai Sapu Menjadi Tongkat Pemasang Lampu :
Melakukan wawancara
Dari hasil wawancara maka didapat data suara konsumen yang menginginkan sebuah produk yang dapat dilihat dari tabel dibawah ini :


NO
COSTUMER VOICE
KARAKTERISTIK TEKNIK
1
Kemudahan Melepas Lampu
Terdapat ulir yang berfungsi untuk  pembuka penjepit
2
Kemudahan memasang lampu
Terdapat tuas pembuka penjepit
3
Tidak menyebabkan rasa sakit (kenyamanan)
Terdapat  busa dibagian pegangan tangan
4
Perawatan mudah
Tidak bermesin
5
Tahan Lama
bahan anti karat
6
Harga murah
Bahan alumunium

Setelah dilakukan wawancara dengan beberapa sampel konsumen maka didapat beberapa atribut keinginan konsumen. Atribut ini sangat berguna untuk melakukan pengembangan produk ini, atribut tersebut ialah :
1.    Kemudahan memasang lampu
2.    Kemudahan melepas lampu
3.    Kenyamanan
4.    Perawatan
5.    Tahan Lama
6.    Harga
Tabel dibawah ini adalah tabel jumlah hasil atau bobot yang telah didapat dari angket atau jawaban wawancara yang telah dilakukan oleh konsumen (Costumer voice).
No
Costomer Voice
Jumlah Jawaban
Derajad Kepentingan
1
kemudahan memasang lampu
20
20.4%
2
Kemudahan melepas lampu
16
16.3%
3
Tidak menyebabkan rasa sakit (kenyamanan)
25
25.5%
4
Perawatan mudah
5
5.1%
5
Tahan Lama
22
22.4%
6
Harga murah
10
10.2%

Tabel dibawah ini adalah tabel hasil angket atau wawancara berdasarkan karakteristik teknik yang telah dibuat.
No
Karakteristik Teknik
Jumlah Jawaban
Derajad Kepentingan
1
Terdapat pengangan busa
25
25.5%
2
Terdapat tuas pembuka penjepit
16
16.3%
3
Terdapat ulir yang berfungsi untuk  pembuka penjepit
20
20.4%
4
Tidak bermesin
5
5.1%
5
bahan anti karat
22
22.4%
6
Bahan alumunium
10
10.2%

Gambar berikut ini adalah gambar rumah mutu yang telah dilakukan proses pembobotan dan sekaligus pengolahannya di microsoft excel.
  
Dari hasil pengolahan data yang menggunakan rumah mutu maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan dan peningkatan mutu dari tangkai sapu sangat baik untuk dilakukan karena melihat data dari keinginan konsumen sangat tinggi. Oleh karena itu sebaiknya produk ini dapat diproduksi secara masal. Adapun hal yang paling diinginkan konsumen dalam produk sapu multifungsi ini adalah kemudahan dalam memasang lampu.
  





























Assalammu'alaikum wr.wb

ayo mari kita rapatkan shaf kita saat sholat jama'ah, karena sudah pada dapat ilmunya-kan. dan silahkan dishare. agar temen-temen kita yang belum tahu menjadi tahu, dan sholat kita akan menjadi lebih sempurna.

#terima kasih

created by : wrtm
image by : wtrm








Selasa, 29 November 2016

Panggilah dengan Sebutan yang Sesuai Bahasa Arab

BERBAGI INFO PENTING

assalammu'alaikum
bismillah

di kutip dari buku berjudul ''dibawah lindungan rasulullah saw'' karangan H. Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. MA. (Halaman 254).
.....,Para ulama seringkali mengingatkan bahwa nama-nama allah swt tidak hanya 99, melainkan lebih dari itu, bahkan tak terhingga. dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ''AH'' juga merupakan salah satu nama-nama allah swt yang tak tercantum dalam 99 asma' husna. Imam al-Bajuri mengatakan dalam kitabnya, Tuhfah al-murid'ala jauharah at-Tauhid :
''Hendaklah seseorang yang sedang sakit menyebut ''ah'', karena telah diriwayatkan bahwa ah adalah salah satu nama ALLAH swt. dan janganlah ia mengatakan ''AKH'', karena itu salah satu nama SETAN.''
selain ah, imam Fakhruddin ar-razi dalam tafsirnya, mafatih al-Ghaib juga menyebutkan lebih dari 20 dalil bahwa HU juga bagian dari nama-nama Allah swt. ia juga menyebutkan bahwa jumlah nama-nama allah swt ada sekitar seribu nama.
ALLAH SWT, berfirman : yang artinya ''dan allah memiliki nama-nama yang mulia (Asma'Husna)'' dalam Q.S Al-A'raf ayat 180.
Syekh Muhammad bin al-Qasim al-Qandusi (331=beliau adalah ulama terkemuka di Aljazair yang wafat pada tahun 1861), dalam kitabnya, Syarab ahl ash-shafa menekankan bahwa ayat diatas sama sekali tidak menyebutkan angka 99, sehingga nama-nama allah swt tidaklah terhingga............

catatan : diharapkan kepada kita semuanya karena sudah tahu maka, ketika memanggil saudara/i kita secara langsung, via telphon atau sms, untuk dapat diperhatikan kata-katanya, karena akhi dan ukhti itu bahasa arab maka janganlah disingkat-singkat. lebih afdhol dibaca atau ditulis secara lengkap, agar tidak menjadi salah arti seperti yang sudah dijelaskan diatas,,,walaupun sebenarnya bukan itu maksud dari perkataan kita.
#syukron.
#created by : wtrm
#source by : dibawah lindungan rasulullah saw

☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺