Cari Blog Ini fbfoksia.blogspot.com

Selasa, 07 Juni 2016

Sunah-Sunah Ketika Berpuasa

Assalammu'alaikum
larangan-dlm-puasa.gif

TAK terasa kini kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah dan ampunan ini sangatlah rugi jika kita lalui dengan hal yang sia-sia. Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang sia-sia kita meski mengeatahui apa saja sunnah-sunnah yang bisa kita lakukan ketika berpuasa. Berikut penjelasannya.

1- Makan sahur dan mengakhirkannya

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.”(HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Karena dengan makan sahur akan semakin kuat melaksanakan puasa.” (Al Majmu’, 6: 359.)

Makan sahur hendaknya tidak ditinggalkan walaupun hanya dengan seteguk air sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada

orang-orang yang makan sahur.”(HR. Ahmad 3: 12, dari Abu Sa’id Al Khudri. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan

bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya.)

Disunnahkan untuk mengakhirkan waktu sahur hingga menjelang fajar berdasarkan hadits Anas berikut,

Dari Anas bin Malik, Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit pernah bersama makan sahur. Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi pun berdiri untuk pergi shalat, lalu beliau shalat. Kami pun berkata pada Anas, “Berapa lama jarak antara waktu selesai makan sahur dan waktu pengerjaan shalat?” Beliau menjawab, “Sekitar seseorang membaca 50 ayat.” (HR. Bukhari no. 1921 dan Muslim no. 1097.)

Ibnu Hajar berkata, “Hadits di atas menunjukkan jarak antara akhir makan sahur dan mulai shalat.”(Fathul Bari, 4: 138.) bnu Abi Jamroh mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bahwa sahur itu diakhirkan.”

2- Menyegerakan berbuka puasa

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098.)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan ruthob (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob, maka beliau berbuka dengan tamer (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3: 164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits

ini hasan shahih.)

Hadits Anas di atas juga mengajarkan mengenai anjuran berbuka puasa dengan kurma. Yang dianjurkan ketika berbuka adalah dengan ruthob (kurma basah), lalu tamr (kurma kering). Jika tidak didapati kurma, maka boleh digantikan dengan makanan yang manis-manis. Di sini dianjurkan dengan yang manis-manis ketika berbuka karena yang manis tersebut semakin menguatkan orang yang berpuasa. Sedangkan berbuka puasa dengan air bertujuan untuk menyucikan atau menyegarkan. Adapu jika berada di Makkah, dianjurkan berbuka dengan air zam-zam. (Lihat Kifayatul Akhyar, hal. 251-252. Juga lihat penjelasan Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad, 2: 48.)

3- Berdo’a ketika berbuka

Perlu diketahui bersama bahwa ketika berbuka puasa adalah salah satu waktu terkabulnya do’a. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16: 396. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa

hadits ini shahih.)

Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena saat itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 194.)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka beliau membaca do’a berikut ini,

“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud no. 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Adapun do’a berbuka “allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)”, do’a ini berasal dari hadits hadits dho’if (lemah). (HR. Abu Daud no. 2358, dari Mu’adz bin Zuhroh. Mu’adz adalah seorang tabi’in)

4- Memberi makan pada orang yang berbuka

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

5- Lebih banyak berderma dan beribadah di bulan Ramadhan

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila Jibril ‘alaihi salam datang menemuinya, tatkala itu beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.” ( HR. Bukhari no. 1902 dan Muslim no. 2308.)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.”(Zaadul Ma’ad, 2: 25.)

Referensi: Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah/Karya: Muhammad Abduh Tuasikal/Tim Pustaka Muslim
:p:p:p
source by : islampos.com
image by : carapuasa.com
edited by : WTRM

Sabtu, 04 Juni 2016

What is The Meaning of the word Marhaban Ya Ramadhan

Udah pada tau belum apa tuh arti dari MARHABAN YA RAMADHA, untuk jelasnya silahkan dibaca
marhaban-ramadhan.jpeg
BULAN suci bagi umat islam semakin mendekat. Banyak umat islam yang menanti-nanti kedatangannya.

Tak hanya dalam ucapan lisan, bahkan mereka menyambut kedatangan bulan ramadhan juga melalui tulisan atau kiriman gambar-gambar ucapan selamat ramadhan lewat media sosial. Memang bulan ramadhan selalu disambut umat muslim dengan begitu antusias.

Hal itu terbukti dengan ucapan atau postingan mereka di media sosial yang mengatakan “Marhaban Ya Ramadhan”.

Nah, tahukah Anda apa artinya kata “Marhaban Ya Ramadhan”? Yuk, kita kupas :

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “marhaban” diartikan sebagai“kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu (yang berarti selamat datang).”

Baca Juga :

Marhaban diambil dari katarahbyang berarti “luas” atau “lapang”, sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu disambut dan diterima dengan dada lapang, penuh kegembiraan serta dipersiapkan baginya ruang yang luas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya.

Dari akar kata yang sama dengan “marhaban”, terbentuk katarahbatyang antara lain berarti “ruangan luas untuk kendaraan, untuk memperoleh perbaikan atau kebutuhan pengendara guna melanjutkan perjalanan.”

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ” Marhaban Ya Ramadhan” artinya Selamat datang Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, sehingga tidak dengan menggerutu dan tidak menganggap kehadirannya atau bahkan sampai merasa bulan ramadhan itu mengganggu ketenangan atau suasana nyaman kita.

Pengucapan “Marhaban Ya Ramadhan” di bulan suci ini diharapkan agar jiwa raga kita menyambut bulan suci ini dengan penuh kelapangan dan kebahagiaan.Waallahu’alam

source by : islampos.com
image by : s345.photobucket.com

#ramadhan is loading

Bila Orang beriman Meninggal Dunia

Kami Berharap Supaya Yuk Kita Baca Sampai Tuntas, Agar Menjadi Motivasi bagi kita.
kembali-kepada-allah.jpeg
assalammu'alaikum
bismillahirrahmanirrahim
wahai akhi, ukhti, sahabat, temen ku sekalian, tidakkah kita menginginkan hal ini ketika kita hendak meninggal dunia, subhanallah kaum muslimin wal muslimat,,, yukk kita aamiin-kan... Ya allah jadikanlah diakhir hayat hidup kami ini dalam keadaan BERIMAN. Aamiin ya allah,,,karena begitu indahnya duhai rabb

SESUNGGUHNYA bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan Akhirat, ia didatangi oleh segerombol Malaikat dari Langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari Surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk di dekat kepalanya.

Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata, “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah.”

Baca Juga :

Segera ruh orang Mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para Malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut.

Para Malaikat segera mengambil ruh orang Mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari Surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia.

Selanjutnya para Malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke Langit. Tidaklah para Malaikat itu melintasi segerombolan Malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya, “Ruh siapakah ini, begitu harum.”

Malaikat pembawa ruh itupun menjawab, “Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di Dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR. Imam Ahmad, dan Ibnu Majah)

source by : islampos.com
edited by : WTRM
image by : onlineinstagram.com

#Duhai rabbI jagalah IMAN Kami untuk selalu istiqomah

Rabu, 01 Juni 2016

Definisi dan Cara Kerja Vibrating Screen (Unit Operasi)

vibrating-screen.jpg

Pengertian dan Fungsi

Vibrating Screen adalah alat screening yang berbentuk papan yang bergetar pada frekwensi 1000 – 7000 Hz yang berbeda dengan trommel yang berbentuk seperti tabung / drum.

Vibrating

Screen berbentuk jajar genjang pada umumnya, dimana vibrating terdiri dari 3 lapisan.Dimana lapisannya banyak ukuran yang diinginkan mulai....

untuk yang lengkapnya silahkan klik link downloadnya "vibrating-screen.rar"

source by : tugas unit operasi, 2016,ppt (politeknik ati padang)

image by : www.weiku.com

Definisi dan Cara Kerja Trommel Screen (Unit Operasi)

trommel-screen.jpg
Trommel Screen adalah alat screening yang digunakan dalam industri skala besar terutama pada pertambangan dan juga industri. Trommel Screen merupakan screening yang berbeda bentuknya dari vibrating screen, bentuknya mirip tabung ( drum ).

CARA KERJA :
1. Di dalam tabung alat ini terdapat lubang – lubang. Trommel Screen terdiri dari input dan output, dimana feed masuk ke dalam input. Didalam input, feed tersebut diputar oleh screen dengan kecepatan yang tentukan. 
2. Feed yang tidak diinginkan akan......

Untuk selengkapnya silahkan klik link downloadnya "trommel-screen.rar "

source by : Tugas kuliah, 2016 (trommel screen),politeknik ati padang jurusan SPI
image by : www.hecplows.com